Ruang Publik Ruang Publik Author
Title: Uji Normalitas Dengan SPSS
Author: Ruang Publik
Rating 5 of 5 Des:
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi norm...


Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi
yang berdistribusi normal.  Ada beberapa teknik yang dapat dig unakan untuk menguji normalitas data, antara lain uji chi-kuadrat, uji lilliefors, dan uji kolmogorov-smirnov.

Untuk menguji normalitas data dengan SPSS, lakukan langkah- langkah berikut ini.
  1. Entry data atau buka file data yang akan dianalisis 
  2. Pilih menu berikut ini Analyze ==> Descriptives Statistics ==> Explore
            Menu SPSS akan tampak seperti gambar berikut.


 Setelah menu dipilih akan tampak kotak dialog uji normalitas, seprti gambar di bawah ini.


           Selanjutnya:
              Pilih y sebagai dependent list
              Pilih x sebagai factor list, apabila ada lebih dari 1 kelompok data
               Klik tombol Plots
              Pilih Normality test with plots, seperti tampak pada gambar di    
              bawah ini. Klik Continue, lalu klik OK


Uji   normalitas   menghasilkan   3   (tiga)   jenis   keluaran,   yaitu   Processing   Summary, Descriptives,  Tes  of  Normality,  dan  Q-Q Plots.  Untuk  keperluan  penelitian  umumnya  hanya diperlukan keluaran berupa Test of Normality, yaitu keluaran yang berbentuk seperti gambar 1-3. Keluaran lainnya dapat dihapus, dengan cara klik sekali pada objek yang akan dihapus lalu tekan Delete.


Menafsirkan Hasil Uji Normalitas
Tests of Normality


Kolmogorov-Smirnov
Shapiro-Wilk

Statistic
df
Sig.
Statistic
df
Sig.
Y
,132
29
,200
,955
29
,351
*  This is a lower bound of the true significance.
a  Lilliefors Significance Correction

Keluaran pada gambar di atas menunjukkan uji normalitas data y, yang sudah diuji sebelumnya  secara manual  dengan  uji Lilliefors  dan Kolmogorov-Smirno v.   Pengujian dengan SPSS  berdasarkan pada     uji  KolmogorovSmirnov  dan  Shapiro-Wilk.  Pilih  salah  satu  saja misalnya KolmogorovSmirnov. Hipotesis yang diuji adalah:
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal
Dengan demikian, normalitas dipenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikasi (a) tertentu (Biasanya  a  = 0.05 atau 0.01). Sebaliknya, jika hasil uji signifikan maka normalitas tidak terpenuhi.  Cara  mengetahui  signifikan  atau  tidak  signifikan  hasil  uji  normalitas  adalah dengan memperhatikan bilangan pada kolom signifikansi (Sig.).   Untuk menetapkan kenormalan, kriteria yang berlaku adalah sebagai berikut.
Tetapkan tarap signifikansi uji misalnya a = 0.05
Bandingkan  p dengan taraf signifikansi yang diperoleh
Jika  signifikansi   yang  diperoleh   > a ,  maka  sampel  berasal  dari  populasi  yang berdistribusi normal
Jika signifikansi  yang diperoleh  <a , maka sampel bukan berasal dari populasi yang berdistribusi normal

Pada hasil di atas diperoleh taraf signifikansi dan untuk kelompok perempuan adalah 0.20. dengan demikian, data berasal dari populasi yang  berdistribusi normal, pada taraf signifikansi 0.05.

Terimakasih Semoga Bermanfaat


DAFTAR PUSTAKA

Candiasa, I Made, Statistik Multivariat Disertai Aplikasi dengan SPSS, Singaraja: Unit Penerbitan
IKIP Negeri Singaraja, 2003

Candiasa, I Made, Analisis Butir Disertai Aplikasi dengan SPSS, Singaraja: Unit Penerbitan IKIP Negeri Singaraja, 2004

About Author

Advertisement

Post a Comment

 
Top